Statemen SBY tentang Jogja

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi II DPR Ganjar Pranowo berpendapat pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan memicu polemik baru.

“Pertama, kita menunggu RUU datang, membahas masalah keistimewaan diperlukan sensitivitas. Tetapi draf (RUU) belum diserahkan sudah ada pernyataan presiden yang menjadi polemik lagi,” kata Ganjar kepada wartawan di Gedung DPR Jakarta, Senin (29/11/2010).

Menurut Ganjar, pernyataan SBY mengenai tidak ada sistem monarki dalam tatanan demokrasi, tidak tepat dikaitkan dengan keistimewaan Yogyakarta. Pasalnya dalam pasal 18A ayat 1 UUD 1945 telah diatur keistimewaan DIY termasuk penetapan Gubernur yang otomatis dijabat oleh Sultan.

Politisi PDI Perjuangan ini menambahkan, bila draf RUU Keistimewaan DIY sudah masuk ke DPR, maka Komisi II berencana melakukan desiminasi. “Maksudnya kita datang ke Yogya. Kita datangi tokoh Yogya, kita minta pendapat juga dari masyarakat,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, dalam rapat kabinet terbatas Jumat pekan lalu, Presiden SBY mengingatkan tidak boleh ada suatu sistem monarki yang bisa bertabrakan dengan demokrasi.

Pernyataan ini langsung dibalas Sultan bahwa Provinsi DIY bukan pemerintahan monarki sebagaimana diungkapkan Presiden. Menurut Sultan,Provinsi DIY ini sama dengan sistem organisasi manajemen provinsi lain.

Karuan saja “perang dingin” antara SBY dengan raja Ngayogyakarta Hadiningrat ini menuai reaksi publik. Banyak pihak menyesalkan pernyataan SBY yang dinilai tidak memahami substansi keistimewaan Yogyakarta. SBY bahwa dianggap ketakutan kekuasaannya terancam. (from.Okezone)

About Arofahdeira

anak ke 6 dari 7 bersaudara, lahir di kota Batang salah satu kota kecil di kotamadya Pekalongan, dan merantau di Balikpapan. real me: imut baik suka bekerja suka tantangan..d dan tidak mudah mennyerah..hehehe
Pos ini dipublikasikan di berita. Tandai permalink.

4 Balasan ke Statemen SBY tentang Jogja

  1. ariendahard berkata:

    thank you have liked my status

  2. ir berkata:

    1755 Kasultanan Ngayogyakarta scr sah berdiri sbgai wilayah merdeka, untuk kemudian secra berturut-turut mendapat pengakuan dari dunia luar (termasuk belanda).
    17 -08-45 ri merdeka, Jogja tdk trmasuk dlm bagian nkri, sptember 45 Jogja baru gabung dgn ri.
    awal2 masa kemerdekaan ri, Jogja meminjamkan uang untuk operasional pmrnthn indonesia biar ttp berjalan.
    skrg sby mau ngotak-atik Jogja? asal aja presiden indonesia ini. kalo sekiranya sdh ga cocok, kasih penawaran aja sm Jogja, tetap mau gabung ri ato kembali melepaskan diri. ga perlu memaksakan kehendak untuk merubah aturan/sistem pemerintahan Jogja. PRESIDEN GA TAU SEJARAH.

  3. ir berkata:

    Jogja adlah warisan luhur, Jogja adalah bukti peradaban jawa (lama) yang tinggi dan maju, Jogja adlh simbol budaya timur (jawa) dgn segala keistimewaan yg ada, Jogja adalah filter modernisasi. biarkan Jogja tetap lestari dengan sistem dan budayanya, jangan lagi permasalahkan Jogja.
    menyoal DEMOKRASI kyk yg diungkapin sby, Jogja sdh tuntas utk hal-hal bgt, kalo perlu sby belajar sm Kanjeng Sultan ttg demokrasi. ayokkk sekolah…..!!!!
    hidup Jogjakarta….!!!

  4. ir berkata:

    Jogja siap untuk menjaga keutuhan nkri, tapi Jogja lebih memilih untuk menjaga warisan leluhur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s